Kavi dan Desi sama-sama menoleh pada Melody yang datang dengan mata melotot ke arah mereka. Sontak, Kavi berdiri lalu menggeleng pada Melody. Sementara Desi tersenyum miring. Ia baru melihat sosok wanita yang ia tebak adalah istri Kavi. Ternyata, Melody tidak cantik-cantik amat, pikir Desi. “Ini … kaki Desi sakit, Sayang,” ujar Kavi seraya mendekati Melody yang terlihat begitu marah. Ia meringis lalu mengambil tas besar yang dibawa Melody. “Kenapa dia mendesah-desah?” tanya Melody tanpa mengalihkan tatapan pada Desi. “Kak Kavi pijetin kaki aku,” jawab Desi seraya menegakkan tubuhnya, ia kembali terhuyung dan berharap Kavi akan menolongnya lagi. Namun, Kavi bergeming di sebelah Melody. Ia mendengkus pelan karena harus kembali duduk di kursi. Sementara itu, Melody kini mengalihkan pe