“Jangan bertindak gegabah, bersikaplah dengan natural. Jika mereka menyadari kita mengetahui sesuatu, tentu jejak akan semakin sulit terlacak. Bertahanlah sampai pemilik mobil ditemukan.” Peringatan dari Bobby membuat Jofan memilih bersikap tenang sekalipun dia melihat jelas sosok yang dikenali sebagai salah satu pelaku pelecehan, Agam Abqari tampak duduk santai di kursi lain. Kehadirannya sedikit membuat beberapa karyawan berkasak-kusuk, bisa dikatakan ini pertama kali sang Presdir memasuki kantin. Ditambah lagi, duduk di bangku dengan sajian menu makan siang tertata rapi di atas meja. Sekalipun mereka sangat penasaran, tetapi demi menjaga keamanan posisi, semua memilih mengabaikan. Jofan tak menyukai kamera, itulah alasan semua karyawan memilih menyimpan ponsel dibanding bersantai sepe