“Ahjussi, ada angin apa tiba-tiba menjadi baik begini?” selidik Bimby yang sudah mengarahkan tubuh pada si pengemudi, memerhatikan wajah sang psikiater yang terlihat mengusap pelan dagu dengan telunjuk yang dimiringkan. Jelas sekali jika Bobby tengah memikirkan hal serius, mengabaikan Bimby yang duduk di sampingnya. Pemuda itu menghubungi, menyuruh bersiap untuk makan siang bersama. Namun, sedikit mengherankan ketika kantin Jenderal Utama menjadi tujuan. “Apa ini kejutan untuk Jo Ahjussi?” Masih saja bertanya sekalipun benar-benar diabaikan, sejak masuk mobil mendiamkan ocehan Bimby tanapa sekali pun menanggapi. Sang dokter lebih memusatkan perhatian pada trauma Bimby. Mencoba menggunakan metode untuk mengembalikan sisi normal, tetapi harus melihat secara langsung reaksi istri Jofan ket