Chapter 60. Siapa Menebar Angin, Akan Menuai Badai.

1684 Kata

Agni baru mulai sarapan ketika mendengar ponselnya berbunyi. Senyum Agni mengembang saat memindai nama sipemanggil di layar ponsel. Marni, salah seorang buruh pemetik teh di kebun teh Bagas yang meneleponnya. Marni pasti akan mengabarkan tentang aksi Pak Mahdi di pagi hari ini. Marni sudah sebulanan ini menjadi kaki tangannya. Hasrat Marni yang ingin mempunyai ponsel canggih berlogo apel, membuat gadis remaja ini bersedia melakukan apapun untuknya. Termasuk memvideokan kebersamaannya dengan Bagas kemarin dulu. Kemiskinan dekat sekali dengan kebodohan bukan? "Ya, Ni. Bagaimana eksekusi Pak Mahdi ? Berhasil atau gagal?" Agni bertanya langsung pada pokok permasalahannya. "Sukses, Mbak. Mas Bagas sekarang sudah dibawa ke kantor polisi." "Bagus! Terus bagaimana reaksi istri abal-abalnya itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN