bc

Jatuh ke Pelukan Dosen Killer

book_age18+
56
IKUTI
1K
BACA
one-night stand
family
HE
teacherxstudent
friends to lovers
drama
sweet
bxg
campus
city
professor
like
intro-logo
Uraian

Malam itu, Anna salah kamar. Dan itu merubah semua hidupnya. Dalam sebuah acara dari kampusnya, seseorang membohonginya dan mencekokinya dengan minuman yang memabukkan, tidak hanya itu di dalamnya sudah di campur obat perangsang. Anna salah masuk kamar, dimana kamar itu adalah milik Diaz. Malam itu, hubungan yang tidak seharusnya terjadi. Desahan nikmat dan pergumulan panas tidak bisa terelakkan. Setelah pagi, Anna tersadar dan dia meninggalkan kamar itu dengan perasaan tidak karuan. Berharap dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan lelaki yang tidur dengannya malam itu.Namun, siapa sangka, takdir justru kembali mempertemukan mereka. Lelaki itu ternyata dosen baru di kampusnya, pengganti dosen yang pensiun. Ternyata sejak awal Diaz sudah mengenalnya, karena tanpa sengaja malam itu badge milik Anna ketinggalan di kamar hotel. Saat Diaz memanggilnya ke ruangan dan mengungkit kejadian malam itu, Anna lari dan mengatakan semua diluar kendali.Tapi, beberapa minggu kemudian, Anna justru sengaja menemui Diaz dengan membawa hasil tespack. Ternyata dia hamil, hubungan malam itu telah meninggalkan benih di rahimnya.Anna ingin menggugurkannya, tapi Diaz melarangnya. Dan dia ingin bertanggung jawab dengan menikahi Anna. Tapi, Anna mengajukan syarat kalau pernikahan mereka harus di rahasiakan.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
“Mmmph!” Suasana kamar ber Ac itu menjadi panas, dengan desahan dua orang yang saling b******u dengan begitu intens. Pakaian keduanya dilepaskan dan dilempar sembarangan. Tampaknya keduanya dalam keadaan yang mabuk. Tubuh Anna di dorong keatas pembaringan oleh lelaki yang lebih tinggi darinya. Tatapan keduanya penuh hasrat. Ciuman yang panas berubah semakin dalam dan menggelora, lelaki itu menindih tubuh Anna dan tidak berapa lama, desahan demi desahan saling bersahutan antar keduanya. “Ahh!” teriak Anna ketika tubuh mereka menyatu, melebur dalam kesalahan yang fatal. Tangan Anna menggenggam sprei ketika lelaki itu berhasil menerobos pertahanan dirinya. Bahkan airmata Anna jatuh menetes, menahan rasa sakit, perih dan kenikmatan yang bercampur menjadi satu. Dua jam sebelumnya… Anna dan teman-temannya menjadi panitia acara simposium yang diadakan di kotanya. Acara itu, telah berlangsung sejak kemarin. Dan malam ini adalah acara pesta atau penutupan untuk panitia, sebagai apresiasi atas kerja keras para mahasiswa yang membuat acara ini berjalan sempurna. Hanya dihadiri oleh para mahasiswa. Dalam acara itu, diam-diam beberapa orang mahasiswa memesan minuman beralkohol. “Anna, ini untukmu,” ujar Randi, salah satu teman Anna, menyodorkan satu gelas kecil minuman itu kepada Anna. Semua orang tahu, Randi sejak semester satu menyukai Anna. Tapi, selalu mendapat penolakan. Alasannya, Anna hanya ingin fokus kuliah, apalagi kesehariannya Anna sambil bekerja part time, untuk memenuhi kebutuhannya. Anna berasal dari keluarga sederhana bahkan tergolong miskin. Ibunya hanya seorang pembantu rumah tangga, sedangkan ayah kandungnya sudah meninggal, ada seorang ayah tiri yang pekerjaan sehari-harinya ojek online, tapi suka berjudi dan mabuk-mabukkan. Bahkan, Anna pernah hampir saja dilecehkan oleh lelaki yang dia panggil ayah itu. Dan sejak itu, Anna lebih memilih ngontrak, meskipun dia harus bekerja lebih ekstra. Disaat orang lain sudah istirahat, dia masih bekerja di sebuah warung tenda pecel lele hingga jam dua pagi. “Minuman apa ini?” tanya Anna heran. “Teh China,” jawab Randi berbohong. Anna pun heran mengapa dia percaya begitu saja, dan meminum air itu hingga tandas. Randi tertawa dan selalu menatap Anna, seolah ada sebuah misi yang akan berhasil. Tidak berapa lama, kepala Anna terasa mulai sakit. Anna menyadari ada yang tidak beres, dia segera berlalu dari ruangan acara itu untuk menuju kamarnya. Mereka memang mendapatkan fasilitas menginap satu malam di hotel itu, satu kamar dua orang. Anna satu kamar dengan Diva, sahabatnya, yang sudah lebih dulu naik ke kamar katanya mengantuk. Anna berjalan mulai limbung, dia salah mengenali kamar karena kepalanya semakin lama semakin sakit, mengetuk pintu kamar nomor 408, seharusnya kamar dia dan Diva di nomor 407. “Kenapa lama sekali membukanya?” tanya Anna ketika masuk dan menutup pintu. Di dalam kamar itu, seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi, wajahnya masih basah. Dia juga dalam keadaan sedikit mabuk, tadi ada perkumpulan dengan rekan-rekan kerja juga salah minum. Tanpa sengaja mengambil gelas berisi alkohol. Padahal dia tidak kuat minum, untungnya baru sedikit dan itu pun kepalanya sudah pusing. “Kamu siapa?” tanya lelaki itu. “Ah, kenapa tubuhku panas sekali?” tanya Anna mulai merasa tidak nyaman. Seolah ada suatu perasaan yang mendesak dari dalamnya. Hingga tanpa sadar dia mengalungkan lehernya kepada lelaki itu. hingga terjadilah pergumulan panas ini. Hingga keesokan paginya, Anna terbangun dan mendapati dirinya berada diatas ranjang bersama dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya, tanpa sehelai benangpun. Ingatannya perlahan muncul, kilasan apa yang terjadi semalam juga desahan yang betapa liarnya dia semalam membuat Anna menutup wajahnya. Dia baru sadar kalau dia salah masuk kamar, apalagi saat melihat ponselnya begitu banyak panggilan dan notifikasi pesan dari Diva menanyakan keberadaannya. Anna mengenakan pakaian nya secepat kilat dan berlalu dari kamar itu, sebelum lelaki itu bangun. Meskipun saat ini suasana di luar masih gelap, masih jam lima pagi. ** “Anna, kamu kemana sih semalam? Aku telepon gak dijawab, pesan gak dibalas,” tanya Diva ketika mereka bertemu di kampus siang harinya. Anna tergagap dan tersenyum. “Aku lupa kalau kita dapat kamar.” Padahal saat ini, jantung Anna terus bergemuruh. Bayangan kejadian semalam masih terus menari di kepalanya. “Terus kamu kemana?” tanya Diva. “Aku pulang ke kosan.” “Naik apa?” “Ojek online.” Anna menjawab sambil terkekeh, meskipun hatinya tidak karuan. Takut jika Diva tidak percaya dan terus mendesaknya. Entah bagaimana dia bisa menutupi semua itu. Hingga tiga minggu berlalu, Anna tidak benar-benar melupakan malam itu. Dia menjadi tidak tenang, dia berharap kalau tidak akan pernah bertemu dengan lelaki itu lagi. Dia malu, takutnya dianggap sebagai w************n. Malam itu ternyata di dalam minuman yang diberikan oleh Randi, telah dicampur dengan obat perangsang. Randi berniat untuk menodai Anna di malam itu, bahkan dia sengaja menyewa kamar, bayar sendiri untuk melancarkan aksinya. Dan ternyata malah dia kehilangan jejak Anna. Sejak hari itu, Anna menjauh dari Randi. Meskipun lelaki itu selalu berusaha mendekatinya, tapi Anna yakin kalau malam itu Randi memang sudah menyiapkan semuanya. Ironisnya, Anna tetap kehilangan kehormatannya, bukan Randi yang merenggutnya tapi justru orang lain yang bahkan tidak dikenalnya. “Hei, kamu kok sering melamun sih sekarang?” tanya Diva menyenggol lengan Anna. “Aku gapapa.” “Hari ini, dosen baru yang akan mengajar mata kuliah Proses Industri Kimia,” ujar Diva antusias. “Bu Rina kemana?” tanya Anna bingung. “Astaga, kamu kenapa sih. Kan minggu kemarin Bu Rina bilang kalau beliau pensiun. Kamu lupa?” “Oh, iya? Aku gak fokus kayaknya,” jawab Anna sambil tersenyum. “Semoga gak killer kayak Bu Rina,” kekeh Diva yang diikuti gelak tawa oleh mahasiswa lainnya yang mendengar. Jam kuliah pun sebentar lagi akan dimulai, para mahasiswa semester tiga berebutan masuk ke kelas. Anna dan Diva seperti biasa mengambil posisi duduk paling depan. Mereka memang terkenal sebagai mahasiswa teladan dan berprestasi. Bahkan Anna adalah penerima beasiswa sejak semester satu. “Aku deg degan loh menyambut kedatangan dosennya,” bisik Diva. Anna tertawa. “Kamu kayak lagi nunggu dilamar aja. Jangan anggap beban loh, siapapun dosennya.” Disaat itu, seorang pria muda tinggi, dengan postur tubuh bak model. Mengenakan kemeja lengan panjang, di tangannya menenteng sebuah pad. Jalannya penuh percaya diri dan berwibawa. “Wow, ternyata masih muda. Ganteng lagi,” bisik Diva. Sementara Anna? Dia justru memucat saat melihat siapa yang sedang berjalan di depannya. Dia menunduk ketakutan, tangannya berkeringat. Ingin pindah duduk ke belakang, tapi tampaknya semua kursi sudah terisi. “Anna, lihatlah dosennya sangat ganteng. Astaga, ini benar-benar cuci mata.”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
223.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
238.0K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
26.1K
bc

TERNODA

read
204.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
24.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook