Chapter 41: Tekad

1615 Kata

Mereka bertiga sudah bahagia. Apa yang disampaikan oleh Niko terus terngiang-ngiang dari dalam benaknya. Bukankah memang Ghani sudah menebak tentang hal itu? Tapi kenapa dia merasa sakit ketika mendengarkan validasi dari Niko? Apa di sisi lain hatinya dia masih mengharapkan Ervin? Sungguh miris rasanya. Sudah lima tahun berlalu. Ternyata cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Terlebih dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dia cukup bersyukur kalau akal sehatnya masih bisa bekerja dengan baik dengan tidak mengharapkan lebih pada lelaki yang sudah menjadi suami orang lain. Ghani akan menelan pahit kehidupannya. Bukankah itu sudah cukup dijadikan alasan? Lelaki di depannya kini tengah menawarkan sebuah kehidupan yang didambakan oleh hampir semua wanita. Yaitu, dicintai. Ghani ing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN