Chapter 42: Deep Talk

1241 Kata

Satu kalimat itu langsung membuat Ghani terpaku selama beberapa detik. Informasi yang berbeda yang membuatnya bingung. Baru beberapa hari yang lalu Niko mengatakan kalau dia melihat mereka bertiga sudah berbahagia. “Apakah berita itu benar?” tanya Ghani dengan suara berbisik. Ervin mengiyakan. Dari jarak mereka yang cukup jauh, pria itu masih bisa mendengarkan suara lirik Ghani. “Kamila menghembuskan nafas terakhir pada saat Edgar memasuki usia enam bulan.” Ghani masih berdiam. Dia mengingat sebuah memori yang masih terekam jelas di dalam benaknya. Pada saat itu Ghani masih berada di dekat rumah mereka hanya untuk mengantarkan asupan ASI untuk Edgar dan berpesan mereka untuk tidak berusaha mencarinya. Ghani melakukan itu sampai usia Edgar satu setengah tahun lalu kemudian menghilang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN