Jena melangkah pelan menuruni anak tangga rumahnya. Gadis itu mengedarkan tatapannya ke seisi dapur dan tak menemukan siapa pun di sana. Hari masih sangat pagi memang, namun tak biasanya Mamanya itu tak terlihat di sudut dapur rumahnya. Pasalnya, biasanya sang Mama itu akan langsung menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya itu. Namun kali ini tak terlihat batang hidungnya sama sekali. "Ma." Jena mencoba memanggil- manggil Mamanya itu dengan mata yang masih ia edarkan ke seisi dapur. Lalu saat Jena telah berhasil mencapai anak tangga terakhir, gadis itu bergegas mengitari dapur dan menuju ruang tengah. "Ma," panggil gadis itu sekali lagi. Belum ada sahutan lagi sampai akhirnya ia menemukan catatan pada kulkas yang ditindih dengan magnet kecil. Mama sama Papa pergi kondangan. Jadi

