"Takdir dari masa lalu terulang kembali." Mata Jena sontak mendelik begitu ia mendengar fakta itu. Gadis itu seketika jatuh terduduk di lantai kamar neneknya. Ia tak tahu bahwa ternyata mereka berdua memiliki takdir yang sangat mengenaskan. Takdir dibunuh dan membunuh. Pada akhirnya Jena dan Jun tak bisa bersama? "Enggak." Jena menggelengkan kepalanya berulang kali. Mengapa bisa malah terjadi seperti ini? Mengapa harus jadi begini ketika ia sudah sangat menyukai Jun dan begitu pula sebaliknya? Mengapa Jena pada akhirnya harus menangis lagi? "Nenek pasti bohong, 'kan?" Jena kembali bertanya kepada sang Nenek dan tampak menunggu. Neneknya itu kini mengalihkan wajahnya ke arah lain. Seolah marah dengan pertanyaan Jena. "Gara-gara Andjani, Lingga jadi mati." Sesudahnya, Neneknya it

