Beberapa menit sebelumnya "Dasar ya, lo, Jun!" Jena melempar bantal sofanya ke wajah cowok di hadapannya itu. Gadis itu akhirnya hanya bisa merebahkan dirinya di atas sofa ruang tamu dengan pasrah. Karina yang marah kepadanya itu akan membuat daftar hal yang harus dilakukan oleh Jena bertambah panjang. Ya, ia harus meminta maaf kepada Karina. "Bukannya harusnya lo seneng?" Jun menangkap bantal yang dilemparkan oleh Jena itu dengan sekali tangkap. Jena mengernyit. "Maksudnya?" tanya gadis itu dengan bingung. Jun kemudian memajukan tubuhnya. "Ya ... Kalau Karina pergi, artinya tinggal kita berdua di sini." Cowok itu kini terkekeh keras-keras. "Bukannya malah bagus?" Jena seketika mendelik. Ia mengambil bantal lain dan melemparkannya kembali ke wajah Jun. Yang membuat tawa cowok itu ber

