Ramon mengecup lembut perut membukit Elsa yang nampak begitu menggemaskan itu. Peluh masih membanjiri tubuh Ramon pasca pelepasannya beberapa detik yang lalu. Elsa sendiri sedang berusaha menetralkan nafas, wajahnya merah padam dengan keringat sebiji jagung yang membasahi dahi dan seluruh tubuh. "Tidurlah, kamu pasti lelah," Ramon tersenyum, menyeka keringat di dahi sang isteri dengan tangannya. "Tidurnya dipeluk, kan?" Elsa membuka matanya, menatap Ramon yang langsung tersenyum dan menjatuhkan diri di sebelah sang isteri. "Tentu! Mana mungkin aku membiarkan kamu tidur sendirian? Sini peluk!" Ramon merentangkan keduanya, kode yang langsung membuat Elsa menggeser tubuhnya dan menjatuhkan dirinya di dalam pelukan Ramon. Ramon tersenyum, mengelus kepala sang isteri dan membenamkan waj

