Elsa menggeliat, ia menyingkirkan tangan sang suami dari atas perutnya. Perlahan-lahan bangkit dan duduk di atas ranjang. Ia nampak mengerjapkan matanya sejenak, menguap dan merengtangkan tangannya ke atas. Setelah di rasa semua kesadarannya pulih, Elsa melangkah turun dari atas ranjang, memakai sandal khusus yang selalu dia gunakan di dalam kamar itu. Hal yang pertama dia tuju adalah jendela, hendak membuka tirainya dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar. Namun mengingat bahwa ia sama sekali belum memakai baju dan sang suami masih terlelap sama polosnya, Elsa mengurungkan niatnya. Ia bergegas meraih baju-bajunya dan mengenakannya kembali. Setelah beres, ia meraih selimut dan menutupi tubuh Ramon yang masih begitu polos. Elsa tersenyum, mendaratkan kecupan lembut di dahi sang

