“Selamat, Sayang!” Angela langsung memeluk putrinya yang sudah resmi menyandang gelar sarjana kedokteran per hari ini, nampak wajah itu begitu bahagia dengan toga yang masih melekat pada tubuhnya. “Elsa bisa sampai seperti ini karena mama dan papa juga, tanpa kalian mungkin Elsa tidak akan pernah bisa menyang gelar ini, Ma.” Bisik Elsa haru dengan linangan air mata. Angela tersenyum, menyeka air mata itu dan membiarkan sang puteri menghampiri Bastian yang juga nampak berkaca-kaca. Siapa yang tidak bangga dengan pencapaian Elsa ini? Meksipun bukan lulusan SMA IPA yang sebenarnya, tapi dia bisa lulus dan mendapatkan predikat cumlaude. “Sudah siap untuk tahap-tahap selanjutnya?” tanya Bastian ketika Elsa menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan sang papa. “Tentu, Elsa sudah nggak sabar penge

