Tubuh Christ terhempas ketika puncak itu berhasil dia daki. Peluh membanjiri tubuhnya, rasanya ... beban yang selama ini dia pikul dan rasakan sendiri sirna semuanya! Berganti dengan sensasi luar biasa nikmat yang baru saja ia teguk bersama wanita yang selama ini selalu dia rindukan dalam setiap hembus nafasnya. Mesa mendekap erat tubuh Christ, tubuhnya sendiri masih bergetar hebat, nafasnya tersenggal-senggal. Tubuh Mesa terasa panas luar biasa. Christ menatap nanar bekas sayatan itu, ia di sini membantu ratusan wanita hamil melahirkan baik secara pervaginam atau sectio caesarea. Tapi anaknya sendiri ... Ah ... Christ mendaratkan kecupan di dahi Mesa. Ingat perihal anak, Christ sontak bangkit, memunguti pakaiannya dan memakaianya dengan sedikit cepat. “Ko, mau kemana?” protes Mesa yang

