Detik-detik Rindu

1528 Kata

“ANAK-ANAKMU?!” Christ hanya tersenyum kecut, ia sontak mengangguk pelan, membenarkan pertanyaan yang Alfian lontarkan itu. Mau bagaimana lagi? Dua anak perempuan itu anak Christ! “Gimana ceritanya?” Alfian membetulkan posisi duduknya, menyimak dengan serius apa yang hendak Christ katakan. “Ya bablas, jadi bayi.” Jawab Christ apa adanya, memang mau menjawab yang apa lagi? Berkelit yang seperti apa lagi memangnya? Kenyataanya memang sudah seperti itu, kan? “Dokter juga bisa bablas bikin bunting orang ya, ternyata?” Alfian terkekeh, tertawa mengejek sosok yang wajahnya tampak kusut itu. Christ ikut terkekeh. Dokter manusia biasa juga, kan? Bisa salah, bisa khilaf, termasuk bikin orang hamil. Kan christ masih laki-laki produktif, spermanya masih akftif, bagaimana bisa tidak bikin hamil?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN