Satu Per Satu (2)

1582 Kata

Ramon nampak ragu, ia sudah berdiri di depan pintu ruangan inap, di mana di dalam sana Elsa akan di rawat untuk beberapa hari ke depan. Ia nampak menghela nafas panjang, di tangannya sudah tersedia sebuah plastik berisi sekotak donat kesukaan sang isteri. Dengan perlahan-lahan Ramon menekan knop pintu, melangkah masuk dan menatap sang isteri yang tampak berbaring di atas bed. Sudah sangat terlihat bahwa sorot mata itu sangat tidak ramah kepadanya, membuat senyum kecut itu tersungging di wajah Ramon. Elsa nampak melengos ketika Ramon sudah hampir mendekat, Ramon meletakkan sekotak donat itu di nakas yang ada di sebelah Elsa. Lidya yang ada di dalam sana hanya menghela nafas panjang. Ia menyingkir dengan memilih duduk di sofa dekat pintu daripada berada di dekat sepasang suami-isteri itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN