Elsa menatap sosok yang masih begitu betah menimang Aron dalam gendongan. Wajah itu nampak begitu bahagia, membuat lengkungan indah itu muncul di wajah Elsa. Seandainya prahara itu tidak muncul, tentu saat ini pasti mereka sangat bahagia, bukan? Elsa sudah sangat bosan sekali, coba kalau mama atau papanya di sini, mungkin Elsa bisa bercerita banyak hal bersama mereka, minta dibantu ini-itu dan lain sebagainya. Tapi yang jadi masalah, mereka semua lenyap entah kemana, membuat Elsa harus terjebak di sini berdua saja bersama sang suami. "Mau minum?" tawar sosok itu yang sontak membuat Elsa terkejut setengah mati karena dia sudah berdiri di hadapan Elsa sambil tersenyum manis. Mau tidak mau, suka tidak suka, karena Elsa sendiri memang merasa haus saat ini, ia menganggukkan kepala dengan

