Dinding yang Dibangun.

1110 Kata

​ Jafran menyalakan laptopnya. Tangan kanannya bekerja mencari back-up hukum, sementara tangan kirinya memeluk Zumena. Dia adalah seorang jenderal yang harus memimpin pasukannya—Abimana, sekaligus melindungi harta karunnya—Zumena. Perang telah dimulai, dan dia tidak akan beristirahat sampai dia menang. ​Jafran melihat Zumena yang terlelap. Wajahnya yang damai adalah sumber kekuatannya. ​Dia memandang ke luar jendela, fajar telah sepenuhnya muncul. Kota Jakarta kini adalah medan perangnya. Dia tahu, dari detik ini hingga Nicholas Arsen dikalahkan, dia akan hidup dalam ketegangan. ​Dia adalah seorang CEO yang menjadi buronan, siap melawan dunia demi wanita yang telah ia klaim. ​ *** ​Dua hari berlalu sejak Zumena dibawa ke safe house. Serangan hukum Jafran telah melumpuhkan Nicholas A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN