Jafran menyalakan laptopnya. Tangan kanannya bekerja mencari back-up hukum, sementara tangan kirinya memeluk Zumena. Dia adalah seorang jenderal yang harus memimpin pasukannya—Abimana, sekaligus melindungi harta karunnya—Zumena. Perang telah dimulai, dan dia tidak akan beristirahat sampai dia menang. Jafran melihat Zumena yang terlelap. Wajahnya yang damai adalah sumber kekuatannya. Dia memandang ke luar jendela, fajar telah sepenuhnya muncul. Kota Jakarta kini adalah medan perangnya. Dia tahu, dari detik ini hingga Nicholas Arsen dikalahkan, dia akan hidup dalam ketegangan. Dia adalah seorang CEO yang menjadi buronan, siap melawan dunia demi wanita yang telah ia klaim. *** Dua hari berlalu sejak Zumena dibawa ke safe house. Serangan hukum Jafran telah melumpuhkan Nicholas A

