Emosi Berubah Menjadi Khawatir.

1124 Kata

Tanpa berkata apapun lagi, Daylon lalu bergegas meninggalkan dapur, kali ini langkahnya menuju ke lantai atas. Kaki panjangnya pun menghentak menaiki tangga dengan cepat dan langsung menuju ke kamar Zalikha. Ara yang sejak tadi mengintip pun kegirangan melihatnya, berpikir sebentar lagi akan ada pertunjukan hebat di mana Daylon pasti akan memarahi Zalikha. Karena dia yang sudah mengirimkan foto itu melalui ponsel Hugo karena dia sendiri tidak mempunyai nomor Daylon. Dia hendak keluar dari kamar ketika tiba-tiba Hugo berteriak memanggilnya. “Ara, kemari! Apa-apaan kamu ini?!” bentak Hugo. Ketika dia memeriksa ponselnya, dia mendapati ada pesan baru yang dikirimkan pada Daylon namun pesanan itu terhapus. Ara pun tergagap sejenak, mengumpat dalam hati karena dia lupa menghapus history per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN