Ratna mengerjap saat saraf tubuhnya sudah terbiasa bangun di jam seperti ini. Melirik ke arah bawah terdapat pelukan posesif Bara yang menempel di sana. Ratna tersenyum saat merasakan tendangan kecil lagi-lagi ia rasakan dari dalam perutnya. Aroma percintaan mereka masih menusuk mukosa hidung. Dengan pelan Ratna menyingkirkan tangan Bara dan beringsut turun dari ranjang. Meskipun semalam suaminya memang menyetubuhinya tanpa ampun tetapi Ratna tetap menemukan kelembutan dalam setiap permainan Bara. Lelaki itu tetap memprioritaskan anaknya di atas gairahnya yang selalu menggebu pada Ratna. Saat tubuhnya kembali meraih handuk yang tergeletak di lantai tiba-tiba tangan Bara mencekal lengannya. Gadis itu menoleh menatap Bara yang tengah menyipitkan mata, menatapnya. "Mau ke mana?" tanyanya