Masalah itu sudah terselesaikan dengan baik. Ibunya tidak lagi memaksa Bara untuk menikahi Jihan dan mungkin wanita tua itu tengah menyesali apa yang ia lakukan. Berpikir rasa Cinta Jihan yang terlalu besar untuk Bara tidak akan membuat wanita itu mudah untuk berpaling. Ternyata semua pemikirannya salah, sangking cintanya, wanita itu bahkan nekat melakukan sebuah kebohongan besar hanya bertujuan membuat Bara terjerat lagi dalam pernikahan yang tak pernah ia impikan. Hah! Bara mendesah lega. Setidaknya satu masalah sudah terlewati tidak akan ada lagi sosok Jihan yang berusaha meruntuhkan rumah tangganya dengan cara licik seperti kemarin. Masih menunggu panggilan ponselnya terjawab Bara mimilih untuk memperhatikan buliran air hujan yang berjatuhan menyentuh kaca jendela kamarnya. Malam ya