"Kamu selingkuh sama cewek murahan itu? Si Hana?" suara Diana menggelegar, memecah konsentrasi di ruang kerja pribadi Richard yang biasanya tenang. Ia menghampiri putranya yang tengah serius membahas bisnis dengan asistennya. Dengan satu gerakan emosional, Diana membanting layar monitor di meja kerja Richard hingga benda mahal itu retak dan hanya menunjukkan garis-garis warna-warni yang kacau. Richard tidak bergeming. Ia hanya menghela napas panjang, menatap puing-puing teknologi di depannya dengan mata dingin. "Jesen, kamu keluar dulu," perintah Richard pada asisten kepercayaannya tanpa menoleh. Jesen segera mengangguk patuh dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan ibu dan anak itu dalam tensi yang mencekik. "Lalu kenapa, Ma? Apa yang salah?" Richard akhirnya bersuara, nadanya data

