Melawan

1212 Kata

Hana menyajikan Tramezzino yang baru saja ia buat. Roti lapis segitiga khas Italia itu nampak sangat menggoda dengan isian daging asap, keju lumer, dan irisan telur rebus yang melimpah. Galendra yang biasanya sulit makan, kini terlihat sangat bersemangat melahap porsinya. "Gale pintar sekali!" Hana mengusap lembut puncak kepala bocah itu. "Galendra, lain kali tidak boleh menangis seperti kemarin kalau Hana tidak ada, ya?" Mendengar itu, Gale mendadak berhenti mengunyah. Ia meletakkan makanannya di piring, lalu menoleh dan memeluk Hana dengan tangan yang masih sedikit kotor karena sisa roti. "Tapi Galendra tidak mau Hana pergi," bisiknya parau. "Tidak ada yang menginginkanku, hanya kamu. Aku sering mendengarnya... Papa dan Mama bilang aku dilahirkan hanya untuk mendapatkan warisan." Han

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN