Baik-Baik Saja

1546 Kata

Bau disenfektan menguar ke dalam lobang hidung Rayya saat ia baru saja masuk ke salah satu rumah sakit. Langkahnya begitu tergesa setelah ia mendapatkan panggilan dari Kevin mengenai kondisi Dimas yang katanya masuk IGD. Entah apa yang membuatnya begitu khawatir, ketika mendengar berita itu ia langsung berlari seketika meninggalkan toko tanpa pamit pada karyawannya satu pun. Bayangan akan kejadian di mana suaminya merasakan sakit di kepala, membayangi pikirannya. Ia hafal jika Dimas tiba-tiba merasakan nyeri biasanya ada sesuatu yang mengganggu. Tapi, di hari pertamanya bekerja, apa kiranya yang mengganggu pikirannya itu? Rayya tak tahu, ia hanya tidak ingin berpikir buruk akan situasi yang tengah terjadi. Perempuan itu pun terus berjalan menuju ruang IGD yang sudah terlihat di depan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN