“Enghh,” lenguh Rafa Bunyi alarm membangunkan Rafa yang tertidur nyenyak. Tangannya bergerak mencari ponselnya untuk mematikan alarm tersebut. “Jam berapa sekarang?” gumamnya dengan suara serak Rafa melihat layar ponselnya yang menunjukkan pukul lima pagi. Sudah memasuki sholat subuh. “Sudah Adzan subuh ternyata.” Rafa kembali menaruh ponselnya. Saat ingin bangun ia merasakan beban berat menimpa perutnya. Ia belum menyadari tentang kejadian semalam, apa yang dilakukan bersama istrinya. Rafa menunduk dan betapa terkejutnya melihat sebuah tangan melingkar di atas perutnya. Saat ia menoleh terlihatlah wajah Humairah. “Astaga,” pekiknya Rafa langsung bangun sembari menepis tangan Humairah dari atas perutnya. Jantungnya berdetak cepat. “Apa yang telah terjadi?” gumamnya dengan wajah p

