Jovanka menyerahkan kunci mobil dan berlajan menuju ke belakang mobil. Belum sempat dia membuka pintu suara Jevan kembali terdengar. “Mau ke mana?” tanya Jevan. “Ke belakang, bukannya kau yang menyetir?” Tukas Jovanka. Jevan menggangguk,”Tapi bukan berarti kau harus duduk di belakang kan? Aku bukan sopir kamu,” tukas Jevan. Jovanka pikir jika dia duduk di depan itu mungkin akan canggung sekali. Ditambah mereka hanya berdua di mobil ini. Tadi saja pas ke sini mereka tak bicara sama sekali. Jevan hanya diam saja sepanjang perjalanan. “Haruskah aku duduk di depan?” Tukas Jovanka ragu dengan alis saling bertaut. “Menurutmu?” Jawab Jevan tak acuh. Jika jevan seseorang yang asik buat diajak bicara dan ngobrol apa saja mungkin Jovanka tidak akan merasa ragu untuk duduk di depan. Tapi bayangkan