"Ya, hanya itu saja yang perlu direvisi. Pekerjaanmu semakin hari semakin baik," ucap Sora dengan nada tegas, tetap dalam mode "bos" seperti biasanya, meski hatinya bergetar. "Terima kasih, Pak Sora," balas Orin, masih dengan sikap formal yang kaku. Ia langsung berbalik dan hendak pergi begitu menerima kembali tabletnya. Sora yang kembali mendapatkan perlakuan dingin itu merasa hatinya berantakan. "Tunggu!" serunya, lebih keras dari yang ia rencanakan. Orin menghentikan langkahnya, lalu menoleh. "Ya, Pak Sora. Apa masih ada revisi yang lain?" "Iya. Ini bukan tentang revisi, tapi tentang... lainnya." Wajah Orin semakin menegang mendengar itu. Pikirannya langsung melayang ke berbagai kemungkinan buruk. Apa yang mau dibicarakan Sora selain pekerjaan? Apa tentang kejadian di rumah? Atau t

