“Tapi kamu atasanku, bukan temanku,” balas Orin, masih sungkan dan menjaga jarak. “Aku tahu,” jawab Sora dengan sabar. “Tapi aku tetap menganggapmu teman. Dan aku ingin kamu bersikap seperti biasanya saat kita bertemu di rumah.” Orin terlihat tersipu, tapi akhirnya mengangguk pelan. “A-aku akan mencobanya.” Mereka pun mulai bekerja sama. Awalnya Orin tegang, tapi perlahan ia mulai tenang karena Sora bersikap lembut, sabar, dan penuh pengertian, sangat mirip dengan Van. Meski begitu, Orin tetap menjaga profesionalitas kerjanya. Satu jam kemudian, mereka akhirnya selesai. “Akhirnya selesai,” ucap Sora sambil menutup laptopnya. “Terima kasih sudah mau membantu dan menemaniku. Kita pulang, dan sebaiknya kamu bareng aku saja.” Nada suaranya penuh kelembutan, persis seperti Van. “Tapi…” Ori

