"Lupakan itu, Nak. Daddy hanya mengigau." Damian mengusap wajahnya dengan kasar, seolah ingin menghapus sisa kantuk dan kegugupan. "Sekarang, Daddy mandi dulu. Sarapan dan berangkat." Ia mengangkat tubuh Suri dan mendudukkannya di tepi ranjang. Aidan masih tak bergerak di ambang pintu, tatapannya yang tenang namun tajam masih tertancap pada ayahnya. "Aidan, tolong panggil kakakmu untuk sarapan. Daddy menyusul." "Tapi Suri? Dia belum mandi," sanggah Aidan, menatap adiknya yang masih mengenakan piyama. "Iya, dia—" "Jangan khawatir, Suri bisa bersamaku." Suara itu datang dari belakang Aidan, lembut namun jelas. Tiga pasang mata milik Damian, Aidan, dan Suri serempak menoleh. Abby berdiri di koridor, sudah berpakaian dengan blus dan rok sederhana, rambutnya diikat rapi. Wajahnya tenang,

