Pengacau

1665 Kata

Pintu rumah kontrakan sederhana itu terbuka dengan suara berdecit. Desi masuk dengan wajahnya yang merah padam, napasnya masih memburu. Tas plastik di tangan dibanting ke meja, isinya beberapa bungkus makanan ringan yang dia beli di jalan tadi. Irwan yang sedang duduk di kursi kayu dekat jendela, menoleh. Satu tangannya memegang rokok, yang lain bertumpu di meja. Jari-jarinya mengetuk-ngetuk permukaan kayu, irama yang menunjukkan kecemasan. "Abby sudah nggak tinggal di rumah itu lagi, Pa." Desi menarik kursi, duduk dengan kasar. Wajahnya masih kesal. Irwan mengerutkan kening. Rokoknya ia matikan di asbak kaleng bekas. "Ah, yang bener?!" "Beneran!" Desi membuka tutup botol air mineral yang baru diambilnya dari kulkas, meneguknya sampai habis setengah botol. Ia mengelap mulut dengan pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN