Cahaya dari layar masih menerangi ruang theater, membuat bayangan-bayangan aneh menari di dinding. Damian menggendong Suri keluar, langkahnya pelan. Aidan mengikutinya di belakangnya. Begitu sampai di lorong, ia menurunkan putrinya di sofa dekat tangga. "Mau sekolah, Sayang?" tanyanya, berjongkok sejajar dengan Suri. Suri menggeleng keras. Tangannya masih memegang jari Damian, tidak mau lepas. "Tidak mau." Suaranya lirih, tapi tegas. Ia kembali memeluk leher Damian erat-erat. Damian mengusap punggungnya. "Kan bisa main sama teman-teman di sekolah. Bukanya Suri suka?" Ia mencoba lagi, suaranya lembut. "Mau Daddy antar?" "Aku maunya sama Abby." Suara Suri berubah jadi rengekan, matanya mulai berkaca. Damian menghela napas panjang. Ia melepaskan pelukan Suri dengan lembut, lalu menatap A

