Abby menggandeng tangan Suri, membawanya berkeliling rumah kecil itu. Dari ruang tamu sederhana, ke dapur sempit, lalu ke belakang. Setiap langkah, ia menjelaskan dengan suara hati-hati. "Ini rumahnya nggak sebesar rumah kamu, Sayang." Abby menunjuk ke langit-langit yang lebih rendah, ke ruangan-ruangan mungil. "Nggak senyaman di sana." Tapi Suri seolah tidak peduli. Matanya justru berbinar-binar memandangi setiap sudut. Hal-hal kecil yang bagi Abby biasa, baginya adalah petualangan baru. Hingga mereka sampai di kebun belakang. "Wah!" Suri berhenti, matanya membelalak. Deretan polybag berisi tanaman-tanaman kecil yang baru tumbuh, tanah coklat yang baru dicangkul, dan beberapa batang tomat yang mulai merambat. "Abby punya kebun!" Abby tersenyum melihat antusiasmenya. Suri berlari keci

