Toko emas itu ramai oleh pengunjung. Deretan etalase berisi perhiasan berkilauan di bawah lampu sorot. Irwan berdiri di depan kasir, wajahnya penuh percaya diri. Kartu hitam itu ia sodorkan dengan gaya seolah-olah pemiliknya. "Maaf, Pak. Kartunya tidak bisa digunakan." Kasir wanita itu tersenyum ramah, tapi matanya sedikit tajam. Irwan mengerutkan kening. "Apa? Nggak bisa?" Suaranya meninggi sedikit. "Benar, Pak." Kasir itu menekan beberapa tombol di mesin EDC. Layar menunjukkan penolakan. "Sepertinya sudah diblokir. Atau mungkin limitnya habis." Irwan menoleh ke Desi yang berdiri di sampingnya. Istrinya itu menggeleng kaku, wajahnya mulai panik. "Coba sekali lagi." Irwan mendorong kartu itu ke arah kasir, nada suaranya memerintah. Kasir itu tersenyum, senyum profesional yang mulai k

