Ruangan itu sunyi. Hanya suara detak jarum jam dari dinding yang terdengar, mengiringi keheningan yang begitu berat. Abby duduk di ujung sofa, tubuhnya meringkuk memeluk dirinya sendiri, seperti berusaha melindungi sesuatu yang rapuh di dalam dadanya. Matanya kosong menatap lantai. Damian berada di sisi sofa yang lain, bersandar pada lengan sofa, tubuhnya memanjang, tapi matanya tidak lepas dari Abby. Ia memperhatikan setiap gerak-geriknya, cara Abby menggigit bibir bawah, cara jemarinya meremas lengan bajunya sendiri, cara dadanya naik turun pelan. "Bisa beritahu aku apa yang terjadi?" Suara Damian pelan, hampir berbisik. "Tentang keputusan kamu yang tidak mau terima Suri. Tentang kartu kredit itu." Ia menjeda, matanya menatap Abby lekat. "Tentang Om dan Tantemu yang masih saja menggang

