Hibur Aku, Abby

1339 Kata

Pintu besi kantor polisi terbuka, memuntahkan dua sosok dengan pakaian lusuh dan wajah masam. Irwan dan Desi melangkah keluar, mata mereka menyipit terkena sinar matahari yang tiba-tiba terasa menyengat. Napas lega sekaligus kesal bercampur jadi satu di d**a mereka. Di pinggir jalan, sebuah mobil hitam sudah terparkir. Yulinar berdiri di samping pintu, tangan di pinggang, menunggu dengan ekspresi puas. Di balik kemudi, Seno, suaminya hanya mengangguk singkat begitu melihat mereka. Sebelum sampai di hadapan Yulinar, Irwan menarik lengan Desi, memelankan langkah. Wajahnya mendekat, suaranya nyaris berbisnis di tengah hiruk-pikuk jalan. "Jangan bilang apa-apa soal uang seratus juta itu, Ma." Matanya menatap istrinya lekat. "Jangan sampai Kak Yuli tahu. Ngerti?" Desi mengangguk cepat, bibi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN