Hari Yang Buruk

1640 Kata

Pagi itu, Abby berlutut di hadapan Suri. Seragam merah muda sudah rapi, rambut dikepang dua dengan pita kecil. Tangannya mengusap-usap pundak gadis itu, membersihkan debu yang bahkan tidak ada. "Nah, sekarang udah rapi." Suaranya ceria. Suri tertawa, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang mungil. Lengan kecilnya melingkar di leher Abby, dan ia mencium pipi Abby dengan suara kecupan nyaring. Abby tertawa, membalas ciuman di puncak kepala Suri. "Ayo, turun sarapan." Di meja makan, Damian sudah duduk dengan setelan kerjanya, kemeja putih, dasi biru, jas tergantung di kursi belakang. Tablet di tangan, matanya menyusuri layar. Begitu mendengar langkah kaki, ia meletakkan tablet di samping piring. "Pagi." Suaranya datar, tapi matanya hangat. "Pagi, Dad." Suri memanjat ke kursi tingginya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN