Hanya 'Sementara'

1744 Kata

Area parkir sekolah cukup terik. Matahari membakar aspal, tapi Damian tidak merasakan panas. Yang ia rasakan hanyalah darah mendidih di sekujur tubuh. Audrey meronta, menarik-narik lengannya yang dicengkeram Damian. "Aku mau pulang ke rumah Tante Sandra!" "Tidak!" Suara Damian keras, memotong. "Pulang ke rumah. Tidak ada penolakan, Audrey!" "Lepasin aku, Dad!" Audrey memukuli lengan ayahnya dengan tangan bebasnya. Pukulan kecil, tidak sakit, tapi penuh amarah. Damian bergeming. Ia terus menarik putrinya melewati deretan mobil, melewati beberapa guru-guru yang menoleh heran. Tangannya menggenggam erat pergelangan Audrey, tidak sampai melukai, tapi cukup untuk menunjukkan siapa yang memegang kendali. Mereka berhenti di samping mobil hitamnya. Damian membuka pintu penumpang depan. "Masu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN