Siapa Sangka

1548 Kata

Bangku taman di depan sekolah terasa hangat diterpa sinar matahari pagi menjelang siang. Abby duduk dengan punggung tegak, matanya sesekali mengawasi ke arah kelas Suri. Di sampingnya, Erica menyandarkan tubuh, wajahnya penuh perhatian. "Dia buat aku kesal." Abby menghela napas, jari-jarinya meremas-remas sapu tangannya. "Jadi aku abaikan saja dia." Erica menepuk lengan Abby pelan, kekarutan di wajahnya berubah menjadi senyum pengertian. "Ini ujian kamu, Abby." Suaranya lembut tapi tegas. "Yang penting dua anaknya sudah mau anggap kamu ibu sambung. Meskipun mereka belum bisa panggil kamu Mommy." Abby menoleh, menatap sahabatnya. Senyum tipis mengembang di bibirnya. "Rasanya lega bisa cerita ke kamu, Er." Ia menghela napas lagi, kali ini lebih ringan. "Setidaknya ada sedikit beban yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN