Rigel hanya bisa mengusap lembut punggung Joanna. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk menenangkan Joanna, yang sedari tadi terus menangis sesenggukan. Perempuan itu meratapi jam tangan yang tak lagi berfungsi, menghabiskan banyak air mata untuk menangisi ketidakberdayaannya. Pasalnya selama ini Joanna selalu bergantung pada jam tangan tersebut, karena benda itu satu-satunya alat yang bisa menghubungkan dirinya dengan kakaknya, Julian, yang berada di dunia luar. Joanna juga menjadikan alat itu sebagai alternatif solusi di saat genting, tentu saja karena Julian bisa membantunya, baik memberi solusi ataupun menjadi penunjuk arah bagi Joanna yang buta arah di dunia game ini. Sementara Julian yang pernah turut adil menciptakan game ini, pastinya lebih tahu secara detail seluk beluk tem

