Pagi hari buta, Rigel sudah mempersiapkan perbekalan. Ia juga sudah menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi sebelum memulai perjalanan. Di saat yang bersamaan, Joanna terbangun dari tidur lelapnya. Ia mengucek kedua matanya, rasa kantuk masih menguasai, hingga fokusnya teralihkan sepenuhnya pada Rigel. "Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Joanna, memperhatikan Rigel sekilas sebelum akhirnya mengalihkan pandangan ke sekelilingnya. Tempat di sekelilingnya masih terpantau gelap, hanya ada sedikit cahaya dari api unggun yang dibuat oleh Rigel. Bahkan matahari pun belum menunjukkan tanda-tanda eksistensinya, menimbulkan pertanyaan pada Joanna tentang waktu sekarang. "Apakah masih malam? Masih gelap sekali, dingin juga?" Joanna mengalihkan pandangan kepada Rigel, menatapnya penuh tanya. "D

