Harusnya Jorce melakukan penyergapan saat targetnya terpantau lengah. Namun, ia tak melakukannya dan memilih hanya mengawasi dari tempat persembunyiannya. Bahkan ketika para targetnya tampak sedang tertidur lelap, harusnya itu bisa jadi kesempatan buat Jorce menjalankan misinya. Tapi sekali lagi ia tidak melakukannya dan memilih hanya berdiam diri. Jorce masih terpikirkan oleh ucapan Joanna tadi. Ia masih memikirkan satu nama yang disebut Joanna dalam ceritanya dan Jorce yakin kalau nama itu, merupakan nama orang misterius yang selama ini menjeratnya di tempak laknat ini. Ya, Jorce begitu yakin kalau nama tersebut ialah nama dari dalang semua keonaran yang terjadi di dalam hidupnya. Namun, Jorce merasa tidak begitu asing mendengar nama itu, seolah ia pernah mengenal baik nama itu. Tapi d

