Saka membuka mata dan mendapati Ala dalam pelukannya. Tertidur pulas seperti bayi. Sama seperti malam itu saat ia bangun dan Ala ada dalam pelukannya. Tidak ada yang terjadi dengan mereka malam itu. Tidak ada apapun. Hanya Ala yang ada di pelukannya. Hanya itu. Dan Saka merasa berbeda. Ia kembali teringat pada malam itu. Gadis yang menangis semalaman di dalam pelukannya ini tidur seperti bayi. Mata yang menutup dengan bulu mata lentik, bibir yang sedikit terbuka, dan bagaimana napas teraturnya membuat Saka merasa nyaman. Tidak ada pikiran kotor yang melintas di kepalanya saat itu. Yang ia pikirkan hanya rasa nyaman yang diberikan Ala padanya. Padahal gadis itu diam saja di dalam pelukannya. Hanya itu. Kemudian entah kenapa itu membuatnya ingin pelukan itu lagi. Kini, Ala kembali ada d

