‘Zea, nanti saya antar kamu kalau mau berangkat kerja. Kita bisa bicara sepanjang perjalanan.’ Itu adalah chat dari Rubi yang baru saja Zea baca. Zea yang saat ini sudah berpenampilan rapi selayaknya mau berangkat kerja seperti biasanya. Riasan di wajahnya pun sudah sempurna. Namun, masih ada waktu untuk sarapan dan mengobrol sedikit dengan dua tamu istimewanya, itu sebabnya Zea segera membalas pesan Rubi untuk mengiyakan. Setelah itu, ia buru-buru ke dapur. Tepat saat Zea membuka pintu, ia mendapati mamanya sedang berjalan ke arahnya. “Mama udah sarapan?” “Udah,” jawab Alda. “Stevi masih di dapur, kok. Dia sengaja nungguin kamu. Kalau mama pengen selonjoran di kosan kamu. Boleh, kan?” “Boleh dong. Mama pasti masih capek.” Zea mempersilakan mamanya masuk, sedangkan ia kemudian bergeg