“Ya ampun, aku hampir lupa kalau Mona izin hari ini,” ucap Zea pada Jati di ujung telepon sana. “Saya sebenarnya sangat ingin mengizinkan kamu libur hari ini, Zea … sungguh. Tapi kantor juga butuh kamu.” “Kalau begitu aku masuk seperti biasa, Pak.” “Sebagai gantinya, tidak apa-apa misalnya besok kamu mau izin tidak masuk, tapi khusus hari ini mohon pengertiannya, ya.” “Iya, Pak. Aku paham. Aku bakalan masuk seperti biasa, kok.” “Kalau begitu bersiap-siaplah. Jangan sampai terlambat.” “Iya, Pak.” “Oh, Zea satu lagi. Maaf tentang semalam. Istri saya….” “Aku yang harusnya minta maaf sama Pak Jati dan istri. Bisa-bisanya aku menelepon malam-malam untuk urusan pribadi.” “Itu juga yang mau saya tanyakan. Sebenarnya kenapa kamu menelepon? Kalau butuh bantuan saya, bantuan apa?” “Semalam