66. PERMINTAAN SECARA TERBUKA

1821 Kata

Bohong kalau Airin tidak kepikiran dengan peristiwa yang terjadi semalam. Jujur saja, ia bahkan sampai susah tidur karena tanpa sengaja bertemu dengan ibunda Alshad saat sedang menikmati makan malam. "Umi." Alshad yang pertama kali menegur saat Zalwa menghampiri meja mereka. Perempuan paruh baya itu memerhatikan dengan sangat. Memandangi Alshad dan Airin bergantian. "Umi sama siapa? Mau gabung makan malam sekalian sama kita berdua?" Airin kala itu dapat melihat bagaimana Alshad bersikap begitu santai dan tanpa beban. Padahal, ia tahu kalau ibunda kekasihnya itu menyuruh untuk menjaga jarak dengan dirinya. Sumpah demi apa pun, malah Airin yang jadi deg-degan. "Nggak," tolak Zalwa dengan lembut. "Umi udah makan bareng teman-teman lainnya." Kemudian perempuan itu menunjuk sekumpulan oran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN