68. PERMOHONAN DARI HATI

1417 Kata

Airin benar-benar terkejut kala sore itu dirinya mendapati Zalwa yang tiba-tiba datang berkunjung. Lagi pun, ini kali pertama perempuan itu menginjakkan kakinya di kediaman Airin. Dulu, walau terbilang akrab dan dekat dengan Zalwa, selalu Airin yang datang mengunjungi atau menjemput lebih dulu. Biar kata sering mengantarkan pulang, Zalwa tidak pernah sekali pun singgah. Dan sekarang, mendapati perempuan paruh baya itu repot-repot datang sendiri untuk bertamu, Airin meyakini pasti ada sesuatu yang penting dan ingin segera disampaikan tanpa melalui perantara. "Umi boleh masuk? Ada sesuatu yang mau Umi bahas sama kamu." Kalimat ini semakin membuat perasaan hati Airin jadi tidak karu-karuan. Pikiran buruk yang sebelumnya sudah hilang, kini kembali berdatangan. "B-boleh, Umi. Silakan mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN