Setelah sekian lama, pagi ini Airin sengaja berangkat kerja bersama Ashraf. Terlebih, semalam adiknya itu menghubungi, mengatakan kalau ada hal penting yang mereka berdua harus bahas secara langsung berdua. Airin tebak, Ashraf pasti ingin membahas soal Sakina. Ia jadi yakin karena beberapa hari belakangan adiknya itu memang sedang menyelesaikan masalah yang ia limpahkan dan ingin segera akhiri. "Kamu mau bahas apa?" Di mobil, di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Airin langsung bertanya. Ingin memastikan apa yang akan dibahas atau mungkin dibutuhkan oleh sang adik. "Beberapa waktu belakangan, Bu Sakina ada hubungi atau teror kakak lewat pesan singkat?" Airin menggeleng. Seingatnya, ia memang tidak pernah menerima teror atau serangan yang ditujukan lewat pesan singkat apalagi panggil