Gween berusaha duduk dengan tenang dan menegakkan bahunya agar tidak terlihat ciut karena tatapan tajam Jero yang tiba-tiba datang dan memaksanya untuk duduk di hadapannya ini. Leoni entah lari kemana setelah kedatangan kakak sepupunya ini, padahal tadi Gween masih mendengar suara merdu wanita itu menyanyi di kamar mandi. "Kalau tidak ada yang ingin kamu bicarakan lebih baik pergi! Aku mengantuk dan ingin tidur!" usir Gween setelah beberapa detik mengumpulkan keberaniannya. Karena jujur saja tatapan pria itu kali ini berbeda dan nyaris membuat Gween takut karena seolah ingin menyalurkan kemarahan kekecewaan dan juga rasa rindu yang bercampur aduk jadi satu. "Berapa bulan?" tanya pria itu datar. "Ha?" Gween tercengang seperti orang bodoh. "Kamu hamil berapa bulan?" tanya pria itu maki
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


