Geisya terus saja berusaha menghubungi Gween yang hingga sampai saat ini belum juga terhubung. Sepertinya perempuan itu memblokir seluruh akses mereka. "Dasar anak pungut nggak tahu diuntung!" umpat Geisya sembari membanting ponselnya ke atas sofa. Wanita itu menetralkan napasnya dan berusaha merapikan penampilannya yang acak-acakan. "Kenapa lama sekali?" tanya seorang pria yang hanya menggunakan kimono saja dan duduk bersandar di atas sofa dengan sebuah wine di tangan. Geisya memaksakan senyumnya dan berjalan melenggak-lenggok ke arah pria itu. "Harap bersabar, Tuan. Service spesial itu membutuhkan waktu untuk menyiapkannya," bisiknya menggoda. Pria itu mengangguk-angguk dengan senyum miring di wajahnya. "Jadi, apa sekarang bisa kita mulai?" tanyanya, terlihat tidak sabar. "Tentu,"

