Gween sedang duduk di atas kasur dengan kaki menjuntai, sementara Jero bersimpuh di lantai sembari memijat kaki wanita itu yang tadi mengeluh sakit karena kakinya terlalu ditekuk ketika tadi bersembunyi di dalam lemari. "Apa kamu sudah siap mendengar penjelasanku?" tanya Jero di sela pijatan pria itu di ujung jari Gween. Jujur saja Gween merasa sangat ingin tahu, tapi pemikiran negatif di kepalanya membuat dia takut dan akan menyesal karena tak bisa menerima kenyataan. Namun jika tidak menjelaskan sekarang, kapan lagi? Gween tidak mau mati penasaran. Wanita itu pun menghela napas. "Jadi, calon menantu pengusaha kaya raya yang dulu sering dibangga-banggakan Mama itu kamu," ujar Gween dengan masam. Jero mendongak sembari mendengkus kecil. "Aku dulu tidak pernah tahu dia punya saudara," s

